ads
ads
ads

LABUHA, TERBITMALUT.COM — Penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan masyarakat. Pasalnya terdapat sejumlah tenaga PPPK yang diduga bekerja tidak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) penempatan, yang telah diterima.

Sekretaris Ikatan Mahasiswa Makian Barat Maluku Utara (IMMB-MU), Irwan Suharmin meminta adanya evaluasi dari pemerintah daerah agar penempatan dan pengawasan tenaga kesehatan dapat berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Bupati harus mendesak Kepala Dinas kesehatan untuk evaluasi kepala puskesmas Mateketen, Kecamatan Makian barat,”tegas irwan kepada Terbitmalut.com Jumat, (29/05/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun satu orang PPPK diketahui memiliki SK penempatan di Bisui, yakni Marwan Hasan, namun saat ini bekerja di Puskesmas Makian Barat.

Sementara itu, empat PPPK lainnya tercatat memiliki SK penempatan di Puskesmas Makian Barat, tetapi justru tidak menjalankan tugas di puskesmas tersebut.

Empat nama PPPK yang diketahui bekerja di luar Puskesmas Makian Barat masing-masing adalah Srivalen Puka-Puka, yang bekerja di Puskesmas Babang, Muliasmini Babang, bekerja di Puskesmas Jikohai, Fadilah Saleh, bekerja di Malaria Center, serta Risnawati yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan.

Selain itu, terdapat pula seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus bidan bernama Masita Hi Haris yang sebelumnya pernah dipanggil oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan karena diduga jarang berkantor. Namun, yang bersangkutan kini diduga kembali melakukan pelanggaran serupa.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Masita Hi Haris disebut sudah tidak  berkantor selama kurang lebih satu tahun, sementara gaji dan hak lainnya diduga masih tetap diterima seperti biasa.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait mekanisme penempatan dan pengawasan tenaga PPPK maupun ASN di lingkungan pelayanan kesehatan Kecamatan Makian Barat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mateketen Makian Barat, Arijf Kausah saat dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait persoalan tersebut.

Menurutnya, para tenaga PPPK yang bersangkutan mengatur sendiri penempatan mereka.

“Saya juga tidak tahu soal itu, karena dorang sendiri yang atur. Dorang sendiri bilang katanya ada orang dalam, jadi tidak apa-apa kami sudah selesai urus,”ungkapnya. (Jul)

Editor : Redaksi

Bagikan: