ads
ads
ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Ketua Harian Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Kabupaten Halmahera Tengah, Kaderun Abdul Karim mendesak Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Tengah dan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan hutan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada awal April 2026 lalu hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Belum adanya informasi resmi mengenai pelaku maupun progres penyidikan memicu keresahan di tengah masyarakat.

Kaderun menilai lambatnya penanganan perkara tersebut, dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.  Menurutnya, aparat penegak hukum tidak boleh membiarkan kasus pembunuhan berlarut-larut tanpa kepastian.

“Sudah lebih dari satu bulan sejak kejadian, tetapi masyarakat belum mendapatkan kejelasan siapa pelaku dan sejauh mana proses penyidikannya. Kondisi ini menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum,”tegasnya Kamis, (14/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pernyataan aparat yang menyebut kasus tersebut sedang ditangani belum cukup jika tidak disertai perkembangan yang transparan dan terukur.

“Jangan sampai publik hanya disuguhi pernyataan normatif bahwa kasus ini masih dalam proses. Masyarakat membutuhkan bukti konkret bahwa penyelidikan benar-benar berjalan dan pelaku sedang diburu,”terangnya.

Kaderun mendesak Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah untuk menjadikan kasus ini sebagai prioritas. Menurutnya, keberhasilan mengungkap pelaku sangat penting untuk memulihkan rasa aman masyarakat Patani Barat.

“Kami meminta Kapolda dan Kapolres segera mengusut tuntas dan mengungkap pelaku pembunuhan ini. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian,”pintanya.

Kosgoro Halteng juga menekankan bahwa penegakan hukum yang lamban dapat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Jika aparat tidak segera memberikan kepastian, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian berpotensi semakin menurun.

“Masyarakat Patani Barat kini menanti langkah konkret dari kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut dan memastikan pelaku dibawa ke hadapan hukum,”pungkasnya. (Dewa)

Editor : Redaksi

Bagikan: