WEDA, TERBITMALUT.COM — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji turun langsung menemui masyarakat Kecamatan Pulau Gebe untuk mendengarkan dan menanggapi berbagai keluhan warga, terutama terkait persoalan listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi.
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Camat Pulau Gebe, Kamis (24/9/2026), dan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak PLN, serta masyarakat Kecamatan Pulau Gebe.
Kehadiran Bupati merupakan respons atas aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan Pemuda Peduli Pulau Gebe. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelayanan dasar yang dinilai masih menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Di hadapan warga, bupati mengatakan, pemerintah daerah menghargai penyampaian aspirasi masyarakat. Menurutnya, kritik maupun aksi warga merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami sangat setuju dengan aksi masyarakat, karena ini bagian dari kontrol sosial atas masalah-masalah yang ada,”ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Ikram juga mengakui bahwa persoalan kelistrikan tidak hanya terjadi di Pulau Gebe. Sejumlah wilayah lain di Kabupaten Halmahera Tengah, termasuk Weda dan Patani, juga masih menghadapi persoalan serupa.
Khusus untuk Pulau Gebe, pemerintah daerah membuka opsi penambahan mesin pembangkit listrik sebagai salah satu langkah jangka menengah untuk memperkuat kapasitas pasokan listrik bagi masyarakat.
“Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap gangguan yang terjadi saat ini, tetapi juga dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik masyarakat di masa mendatang,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala PLN Halmahera Tengah, Rio menjelaskan, bahwa persoalan listrik di Pulau Gebe berkaitan dengan tingginya kebutuhan daya serta gangguan pada sejumlah mesin pembangkit.
Menurutnya, beban puncak kebutuhan listrik di Pulau Gebe berada pada kisaran 450 hingga 500 kilowatt (kW). Pada saat bersamaan, mesin utama pembangkit mengalami gangguan sehingga berdampak terhadap pasokan listrik kepada masyarakat.
“Mesin utama kami memang mengalami gangguan dua-duanya. Tiga mesin yang beroperasi juga mengalami gangguan. Ini menjadi penyebab utama, karena beban puncak di Pulau Gebe cukup tinggi,”jelasnya.
Ia mengatakan, pihak PLN tengah melakukan perbaikan dan optimalisasi terhadap mesin-mesin yang mengalami gangguan. PLN menargetkan kondisi kelistrikan dapat kembali normal dalam waktu dua hari.
“Kami datang ke sini memang dengan tujuan untuk memaksimalkan mesin yang mengalami gangguan. Dalam jangka waktu dua hari ini, kami mengusahakan agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal,”ungkapnya.
Pertemuan antara Bupati, PLN, dan masyarakat tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan pelayanan dasar yang selama ini dikeluhkan warga Pulau Gebe.
Selain persoalan listrik, masyarakat juga menaruh perhatian terhadap ketersediaan air bersih dan jaringan telekomunikasi yang dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Warga berharap penanganan terhadap persoalan tersebut tidak berhenti pada solusi sementara. Penambahan kapasitas pembangkit serta penguatan infrastruktur pendukung dinilai diperlukan agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Pemkab Halmahera Tengah bersama PLN diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menangani gangguan kelistrikan saat ini sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat Pulau Gebe. (Dewa)
Editor : TM





