Menu

Mode Gelap

Hukrim · 20 Des 2023 07:16 WIT ·

Usai Ditetapkan Tersangka dari KPK, AGK : Resiko Jadi Pejabat


 Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (Foto.Detik.com) Perbesar

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (Foto.Detik.com)

JAKARTA, TERBITMALUT.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu, (20/12/2023) secara resmi menetapkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK) sebagai tersangka.

Penetapan AGK sebagai tersangka, karena diduga menerima suap Rp 2,2 miliar. Untuk itu, Gubernur Abdul Gani menyatakan, penetapan tersangka terhadap dirinya adalah risiko menjadi pejabat.

“Rekan-rekan yang saya cintai, itu namanya resiko jadi pejabat, karena kadang-kadang kita salah,”kata AGK usai ditetapkan sebagai tersangka di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023).

Dikatakan AGK, menjadi pejabat sering mendapat tekanan dari masyarakat. AGK mengaku menerima penetapan tersangka ini.

“Apalagi dengan, kadang-kadang tekanan masyarakat, kebutuhan masyarakat, jadi saya kira harus kita terima sebagai pejabat yang dipercayakan,”ucapnya.

Sebelum itu, KPK menetapkan Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka kasus dugaan suap. AGK diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Malut.

“AGK dalam jabatannya sebagai Gubernur Maluku Utara menentukan siapa saja dari dari pihak kontraktor yang dimenangkan dalam lelang proyek dimaksud,” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023.

Dikatakan Alexander, nilai berbagai proyek infrastruktur di Malut itu mencapai Rp 500 miliar, yang bersumber dari APBN. Dan AGK diduga memerintahkan bawahannya untuk memanipulasi progres proyek seolah sudah selesai di atas 50 persen agar pencairan anggaran bisa dilakukan.

“Bukti permulaan awal terdapat uang yang masuk ke rekening penampung sejumlah Rp 2,2 miliar yang digunakan untuk kepentingan pribadi AGK, berupa penginapan di hotel dan membayar kesehatan yang bersangkutan,”ungkapnya.

Bahkan, AGK juga diduga menerima uang dari para ASN untuk mendapatkan rekomendasi dan persetujuan menduduki jabatan di Pemprov Maluku Utara.

Berikut daftar tersangka yang ditetapkan KPK : 

1. Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba

2. Kadis Perumahan dan Permukiman Malut, Adnan Hasanudin

3. Kadis PUPR Malut, Daud Ismail

4. Kepala BPPBJ Malut, Ridwan Arsan

5. Ajudan Gubernur Malut, Ramadhan Ibrahim

6. Pihak swasta, Stevi Thomas

7. Pihak swasta, Kristian Wuisan.

Penulis : Sukur

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahkamah Agung Batalkan Putusan Pengadilan Tinggi, Pemkot Ternate Resmi Kuasai Lahan Kantor Dishub

27 Februari 2024 - 13:13 WIT

Dua Tersangka Kasus Pemalsuan BBM Jenis Pertalite Dilimpahkan ke Kejari Halut

20 Februari 2024 - 16:19 WIT

Gelar Patroli Gabungan, Polres Halut Temukan Puluhan Liter Miras Berbagai Jenis dan 72 Kaleng Lem Eha-Bond

29 Januari 2024 - 05:48 WIT

Catut Nama Kasat Reskrim Polres Halut, Pelaku Diduga Minta Uang di Salah Satu Konter di Tobelo

28 Januari 2024 - 00:25 WIT

Polres Halut Ungkap Tiga Kasus, Diantaranya Kasus Pembunuhan dan Narkotika

28 Januari 2024 - 00:08 WIT

Tak Hanya Diperiksa, KPK Juga Temukan Dokumen Penting dan Alat Elektronik Milik Ketua Gerindra Malut

5 Januari 2024 - 13:19 WIT

Trending di Hukrim