TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Ternate, Maluku Utara, sukses mencatatkan rekor tertinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Sampai penghujung Oktober 2026, realisasi sektor pajak ini telah menyentuh angka Rp.8,79 miliar atau setara dengan 109,88 persen dari target sepanjang tahun yang dipatok sebesar Rp.8 miliar.
Dengan hasil tersebut, penerimaan PBB-P2 berhasil melampaui target tahun 2026 lebih awal, menghasilkan surplus sebesar Rp.790 juta. Jumlah ini bahkan masih terbuka lebar untuk terus bertambah mengingat masih ada sisa waktu dua bulan menjelang tutup tahun anggaran, yaitu November dan Desember.
Lonjakan pendapatan pajak ini didorong oleh berbagai inovasi layanan yang digencarkan oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate. Beberapa langkah taktis yang ditempuh meliputi penyediaan Pojok Pajak di kawasan sekitar Jatiland Mall serta pengoperasian sistem jemput bola secara langsung (door to door) ke kediaman para wajib pajak.
Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasyim, menilai torehan positif ini merupakan hasil sinergi antara tingginya kesadaran warga dalam menunaikan kewajiban perpajakan serta dedikasi petugas di lapangan.
“Pada dasarnya masyarakat memiliki kesadaran yang baik untuk membayar pajak, hanya saja sering terkendala kesibukan harian. Kehadiran Pojok Pajak dan layanan jemput bola ini kami ciptakan untuk menjadi solusi atas kendala tersebut,” ujar Mochtar kepada Terbitmalut.com Selasa, (27/10/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inisiatif jemput bola ini sengaja dihadirkan untuk memangkas hambatan birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada warga di tengah padatnya aktivitas mereka.
“Melalui kemudahan akses ini, proses pelunasan pajak diharapkan semakin efisien sekaligus mendongkrak optimalisasi pendapatan asli daerah,”ucapnya.
Mochtar turut mengapresiasi serta menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Ternate yang telah berpartisipasi aktif. Ia berharap tren positif keterlibatan masyarakat ini terus terjaga sehingga total realisasi hingga akhir tahun 2026 mampu melampaui angka pencapaian saat ini. (**)
Editor : Uku





