ads
ads
ads

WEDA, TERBITMALUT.COM — Di tengah geliat industri tambang yang terus berkembang di Kecamatan Weda Tengah, pemuda Desa Lelilef Woebulen justru menyoroti ironi pembangunan melalui forum bacarita kampung yang digelar di Stup Cafe Lelilef Woebulen, Jumat (20/2/2026) malam.

Forum tersebut menjadi ruang terbuka bagi pemuda untuk menyampaikan keresahan sekaligus menginventarisasi berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan.

Alih-alih menikmati dampak maksimal dari aktivitas industri di wilayah lingkar tambang, masyarakat justru masih bergulat dengan kebutuhan dasar.

Dalam diskusi itu, isu krusial seperti krisis air bersih, buruknya penataan lingkungan, hingga tata kelola desa menjadi sorotan utama. Kondisi ini dinilai mencerminkan adanya ketimpangan antara besarnya investasi industri dengan kesejahteraan masyarakat lokal.

Tokoh pemuda Desa Lelilef Woebulen, Jainuddin Ali mengungkapkan, bahwa forum tersebut secara khusus membahas berbagai kekurangan yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Dalam pertemuan ini kami membahas masalah-masalah mendasar di desa, salah satunya air bersih. Kita tahu bersama, air adalah kebutuhan wajib bagi setiap masyarakat,”ujarnya.

Jainuddin yang juga merupakan anggota DPRD Komisi III menegaskan bahwa persoalan air bersih seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat setiap hari.

Ia juga menyoroti peran perusahaan besar di kawasan tersebut, seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), yang dinilai perlu lebih proaktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekitar.

“Perusahaan sebesar IWIP seharusnya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu penyediaan air bersih, tidak hanya di Lelilef, tetapi juga di seluruh wilayah Kecamatan Weda Tengah,”tegasnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan bahwa persoalan desa tidak berhenti pada air bersih. Penataan lingkungan yang belum maksimal serta kondisi tata ruang desa juga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk dibenahi.

Forum bacarita kampung ini pun menjadi penegasan bahwa pembangunan di wilayah lingkar tambang tidak boleh hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memastikan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai prioritas utama. (Dewa)

Editor : Redaksi

Bagikan: