WEDA, TERBITMALUT.COM — Bendahara Dinas Kesehatan, Halmahera Tengah (Halteng), Nursan akhirnya memberikan klarifikasi terkait jumlah dan sumber uang yang hilang akibat kediamannya dibobol maling atau orang tidak dikenal pada Kamis (28/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIT lalu.
Bendahara Dinkes itu menjelaskan bahwa pada saat kejadian, situasi berlangsung cukup mendadak sehingga keterangan awal yang disampaikan masih bersifat apa adanya. Oleh karena itu, perlu diluruskan secara rinci dan faktual mengenai asal-usul serta peruntukan besaran uang tersebut.
Menurutnya, uang yang disimpan di dalam rumahnya dengan jumlah yang disebut mencapai ratusan juta rupiah dilaporkan raib digasak pelaku.
Kata Nursan, uang persediaan (UP) Dinas Kesehatan yang tersedia sebenarnya berjumlah Rp.250.000.000 bukan Rp.400 juta.
“Kemudian, pada 23 Januari 2026, dilakukan penarikan uang UP sebesar Rp.150.000.000. Dari jumlah tersebut, Rp.50.000.000 langsung diserahkan kepada bagian Yankes Pelayanan, sehingga uang yang secara fisik dibawa dan disimpan hanya sebesar Rp.100.000.000,”ungkapnya Rabu, (4/2/2026) seperti rilis diterima.
Ia menegaskan bahwa uang Rp.100.000.000 tersebut tidak sepenuhnya merupakan uang kantor. Sebelumnya, sejumlah kebutuhan operasional kantor telah dibayarkan menggunakan uang pribadi, di antaranya pembayaran listrik, cleaning service, serta kebutuhan operasional lainnya. Total dana pribadi yang digunakan untuk menutupi kebutuhan kantor hingga 1 Februari 2026 mencapai Rp.123.865.000.
“Dari total uang yang ada, uang milik Dinas Kesehatan yang tergabung hanya sekitar Rp26.000.000. Selebihnya merupakan uang titipan dari pihak lain serta uang pribadi saya,”ungkapnya.
Uang tersebut, kemudian sudah diganti karena adanya kebutuhan operasional harian yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda.
Dengan demikian, meskipun jumlah uang yang disebut mencapai sekitar Rp.400.000.000. Nursan menegaskan, bahwa dana tersebut bukan seluruhnya merupakan uang kantor. Uang yang hilang merupakan gabungan dari dana dinas, uang titipan pihak lain, dan uang pribadi.
“Sehingga dengan adanya penjelasan ini bisa meluruskan persepsi publik serta menegaskan bahwa uang yang raib bukan murni dana dinas, melainkan berasal dari beberapa sumber yang digunakan untuk kebutuhan operasional yang sah dan mendesak,”tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Halmahera Tengah, AKP Bondan Manikotomo, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa, 3 Februari 2026 kemarin, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut.
AKP Bondan menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, saat kejadian istri (Bendahara Dinkes-red) pemilik rumah sedang berada di kantor, sementara suami keluar rumah untuk menjemput anak sekitar pukul 10.00 WIT.
“Menurut kronologis yang disampaikan korban, ketika mereka kembali ke rumah, pintu sudah dalam keadaan tidak terkunci dan terdapat kerusakan pada bagian lubang kunci,”ungkapnya, kepada Terbitmalut.com
Lebih lanjut, AKP Bondan menyebutkan, bahwa total kerugian yang dilaporkan korban mencapai sekitar Rp.400 juta. “Namun belum mengetahui secara rinci jenis dan peruntukan uang tersebut”,jelasnya. (Dewa)
Editor : Redaksi





