WEDA, TERBITMALUT.COM – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Halmahera Tengah, Dr. Lasamida Kurupunda, mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Halmahera Tengah terkait persiapan menjelang Idul Fitri, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki falsafah Fagogoru, masyarakat Halmahera Tengah harus terus menjadikannya sebagai landasan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Sebagai daerah yang memiliki falsafah Fagogoru, meskipun akulturasi budaya memiliki tantangan tersendiri, namun kita harus tetap saling menghargai baik secara agama maupun adat istiadat,”ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rapat bersama Badan Kesbangpol tersebut merupakan wujud sinergitas dalam mendukung program prioritas daerah, salah satunya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tema Indeks Harmoni Indonesia, yang bertujuan mematangkan upaya perawatan kerukunan umat beragama di Kabupaten Halmahera Tengah yang selama ini telah tumbuh dan berkembang dengan baik.
Lasamida menambahkan, kehadiran berbagai industri besar di Halmahera Tengah turut menghadirkan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, dan budaya. Karena itu, falsafah Fagogoru harus tetap menjadi sandaran, rujukan, dan spirit dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, FKUB juga menyampaikan, sejumlah poin imbauan kepada masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H, di antaranya:
1.Menjaga kondusivitas dan keamanan, dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif menjaga ketertiban, kedamaian, dan keamanan lingkungan selama malam takbiran dan hari raya.
2.Memperkuat silaturahmi, dengan mendorong semangat kerja sama dan solidaritas dalam kehidupan beragama.
3.Merawat toleransi beragama, dengan saling menghormati umat Muslim yang merayakan Idul Fitri, terutama jika waktunya berdekatan dengan perayaan agama lain.
4.Mengimbau kepada tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh paguyuban agar tidak menggelar perayaan secara berlebihan yang berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.
5.Mengajak masyarakat untuk menghindari minuman keras atau pesta miras yang dapat mengganggu ketertiban dan keharmonisan masyarakat.
6.Mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati apabila Hari Raya Idul Fitri 1447 H bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Kerukunan yang selama ini terbangun di Halmahera Tengah harus terus kita rawat bersama, dengan menjunjung nilai Fagogoru, kita dapat menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat,”tegasnya. (Dewa)
Editor : Redaksi





