ads
ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM — Pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-V Fagogoru yang bertemakan “Maluku Utara dan Peran Fagogoru dalam Kepentingan Global” resmi dibuka ditandai dengan pemukulan tiva, yang berlangsung di gedung Dhuafa Center Kota Ternate, Jumat, (6/10/2023) malam.

Turut hadir pula, Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, Wakil Gubernur Maluku Utara, Penjabat Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, Bupati Haltim, Ubaid Yakub, Sultan Ternate, Sultan Tidore, Sekjen PB Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Fagogoru (IKPMIF) yang juga mantan Bupati Halteng, Drs. Edi Langkara, Mantan Wakil Bupati Halteng, Abdurahim Odeyani, Danlanal Ternate dan ribuan peserta Mubes Fagogoru.

Dalam kesempatan itu, Sekjen PB Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Fagogoru (IKPMIF) yang juga mantan Bupati Halteng, Drs. Edi Langkara, dalam sambutannya menyampaikan, kurang lebih 50 tahun yang lalu para tokoh Fagogoru Halmahera Tengah juga ikut memperjuangkan untuk pemekaran Provinsi Maluku Utara. Karena, lanjut Elang, orang-orang Fagogoru juga telah memberikan atensi, dalam perjuangan Maluku Utara.

“Pada 22 tahun yang lalu, melalui forum Musyawarah seperti ini yang bertempat di Tidore, ketika itu Halmahera Tengah masih menjadi Ibu Kota, dan lewat perjuangan dan prestasi dari Fagogoru, untuk menorehkan prestasi besar, yakni terbentuknya atau pemekaran Kabupaten Haltim, Kota Tikep dan Halteng,”katanya.

Lebih lanjut, mantan Bupati Halteng itu menyampaikan, Haltim waktu itu, ketika Pemerintah Maluku Utara dan Halmahera Tengah tidak tercatat dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi, padahal itulah perjuangan murni dari tiga negri, Weda, Maba dan Gane.

“Dan itu bukan satu perencanaan yang dibaut oleh Pemrintah atau Kabupaten di waktu itu, melainkan diman anak-anak Fagogoru dapat menerobos ruang-ruang politik, yang kemudian menetapkan yang namanya pemekaran Kabupaten Halmahera Timur,”ungkapnya.

Elang menambahkan, maka sudah seharusnya kita buat sejarah baru, yakni pembentukan Provinsi Halmahera Raya sebagai Provinsi baru. Karena, wacana pembentukan provinsi baru bukan sesuatu yang murka, sehingga ada beberapa variabel yang harus dibicarakan khusnya, masyarakat wilyah Timur(Haltim), Tengah (Halteng) dan Gane.

“Bukan masyarakat Fagogoru ekslusif, bukan masyarakat Fagogoru ego, tetapi realitas membuktikan bahwa kita harus bangkit untuk meluruskan sejarah itu. Karena, ini merupakan kisah perjuangan sejati dari anak-anak Fagogoru, yang kemudian mulai dilupakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” tambahnya.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan Kota Ternate juga membuka ruang bagi anak-anak Fagogoru yang terhimpun dalam Kabinet Pemkot Ternate. Maka sudah pasti ada pandangan dan stnadar yang harus dipenuhi, ketika orang itu memangku jabatan sudah memiliki talenta, kemampuan dan skil.

“Salah satunya Kadispora Kota Ternate, yakni Sutopo Abdullah. Maka ini dinamika yang harus diterima bahwa Kota Ternate terbuka untuk semua orang. Sehingga kita berharap khusnya orang Fagogoru yang sudah menjadi warga Ternate, akan merasa bangga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dan paling terpenting adalah kita orang Maluku Utara harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dengan melihat pengemban SDM, melihat pemertaan keadilan yang belum dirasakan secara baik,”ungkapnya.

Sementara, Penjabat Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji menyampaikan, bahwa di Halteng yang harusnya kita sama-sama diskusikan dan shering. Jangan sampai orang samapaikan dengana adanya Sumber Daya Aalam (SDA)  yang ada di Halteng yang begitu melimpah harus diapakan. Kebutulan tema yang adiangkat adalah Maluku Utara dan Peran Fagogoru dalam Kepentingan Global.

“Ini sudah tentunya ini kita membicarakan secara global atau lebih luas dan apa yang kita bicarakan dalam Mubes ini bisa terjawab berbagai hal yang terjadi saat ini. Maka, jika tidak ada sesuatu yang lahir dari Mubes, untuk menjawab tantangan global, itu percuma saja Mubes dilakukan,”ucapnya.

Ikram menambahkan, jika kita mampu melihat pengertian dari Global yang dikonsepkan dalam historikal Gamrange, SDA dan anak-anak kita, ini maun dikemanakan nantinya. Maka saya juga berharap agar Mubes ini bisa mengahsilkan rumusan-rumusan kepada pemerintah daerah, baik pemda Haltim, pemda Halteng, pemda Halsel dan Pemprov, bila perlu dirmuskan secara global untuk kepentingan SDA.

“Kareta batrei terdiri dari tiga unsur, yakni 14 persen adalah nikel, 1,3 persen kobal dan paling kecil adalah litium yang tidak dimiliki oleh Indonesia, yang dimiliki litium hanya di Negara Australia. Sehingga satu saat kita tidak perlu kaget ketika monbil listrik berada di bumi Fagogoru, dan buktinya sudah didalam perusahan PT. IWIP sudah uling,”pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Haltim, Ubaid Yakub menyampaikan, tema yang diangkat hari ini yakni Maluku Utara dan Peran Fagogoru dalam Kepentingan Global, maka saya berharap ini tidak sekedar angan-angan, bukan sekedar mimpi. Tapi, saya kira tema ini sudah menjadi kenyataan di mata kita, dan menjadi peluang di masa akan datang.

“Maka ada dua hal yang harus diutamakan, yakni memprkokoh filosofi Fagogoru yang sudah tertanam di diri kita masing-masing yakni “Ngaku serasai, budi rebahasa, sopon re hormat dan mentaat remimoi”  itu yang harus memperkokoh dalam diri kita. Karena jika kita bercerai-berai jangan bermimpi untuk mewujudkan pemekaran Provinsi baru,”tegasnya.

Selanjutanya, kata Ubaid, kita harus membangun budaya masyarakat yang berwawasan ilmu pengetahuan. Karana jika kita tidak mebangun masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Maka saya kira filosofi Fagogoru akan terlindas, tergeruh, dengan arus globalisasi dan modernisasi yang ada. Sehingga dua hal itulah yang harus kita rumuskan di dalam Mubes ke-V Fagogoru ini,”tambahnya.

Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba dalam sambutanya sekaligus membuka Mubes ke-V Fagogoru mengatakan, Maluku Utara satu-satunya wilayah terman di Indonesia, paling bahagia nomor satu di dunia, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

“Hanya saja Halmahera Tengah dan Halmahera Timur masih menyimpan kemiskinan, padahal negeri yang paling kaya di Maluku Utara adalah Haltim dan Halteng dan tentunya menjadi catatan buat Bupati Haltim dan Pj Bupati Halteng,”tutupnya.  (**)

Penulis : Sukur

Bagikan: