ads
ads
ads

TERNATE, TERBITMALUT.COM Pemerintah Kota Ternate, melalui Dinas Sosial terus menggenjot data penerimaan program perlindungan sosial (Perlinsos)  bantuan sosial (bansos) seperti PKH dan BPNT. Program Perlinsos, di Maluku Utara, Kota Ternate yang menjadi satunya-satunya daerah yang menjadi pilot projek.

Sehingga, upaya peningkatan data penerimaan bantuan berbasis digital itu, dilakukan di setiap Kelurahan maupun Kecamatan yang melibatkan tim dari Dinas Sosial maupun Agen yang dibentuk. Berdasarkan pantauan Terbitmalut, Kamis 20 Agustus 2026 di Kantor Lurah Kalumata, tim Dinas Sosial melakukan pendafataran untuk Warga yang berhak mendapatkan Bansos melalui IKD.

Kepala Dinas Sosial Kota Ternate, Burhanuddin Abdul Kadir menyampaikan sampai saat ini Kota Ternate masih berada pada posisi 41 dari jumlah keseluruhan 43 kabupaten Kota di Indonesia.

Menurutnya, pihaknya telah turun ke Kelurahan untuk melakukan Pendaftaran program perlindungan sosial (bansos seperti PKH atau BPNT) kepada warga.

“Jadi warga juga bisa daftar secara mandiri melalui situs resmi Portal Perlinsos yang menggunakan akun Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang sudah aktif, maupun dibantu oleh agen kita yang telah dibentuk, jika ada warga yang belum punya IKD,”ujarnya, saat diwawancarai Terbitmalut.com di Kantor Dinsos, Kamis (20/8/2026).

Kadinsos menambahkan, berdasarkan data terbaru progres capaian pendaftaran perlinsos kota Ternate per Kamis 20 Agustus 2026 hingga pukul 06:00 wit dengan total daftar 1.653 KK atau 2.33% dari total 70.957 KK penduduk.

“Jadi ada 1.592 KK yang mendaftar via agen, dan total agen kita sebanyak 323 orang. Kemudian 90 dari 323 Agen aktif membantu warga mendaftar 27.86%,”pungkasnya.

Kadinsos juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pendataan untuk meningkatkan jumlah penerima perlinsos di Kota Ternate.

“Data ini belum final, karena pendaftaran perlinsos di Ternate akan terus ter update, dan berakhir pada tanggal 31 Agustus. Jadi kami masih punya waktu 11 hari ke depan untuk meningkatkan jumlah atau data penerima Bansos lewat digitalisasi,”tegasnya. (Uku)

Editor : TM

Bagikan: