TERNATE, TERBITMALUT.COM — Dalam upaya menekan angka pencemaran lingkungan akibat sampah plastik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate gencar melakukan sosialisasi pengurangan Kantong sampah plastik di ke beberapa pelaku usaha di kota Ternate, yang berlangsung di Kantor DLH Kota Ternate, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMEN LHK No.P.75. Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen dan Peraturan Walikota Ternate (PERWALI No. 22 Tahun 2022 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

“Pelaksanaan Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mendukung program Indonesia Bebas Sampah Plastik Tahun 2030,”ujar Plt. Kepala DLH Kota Ternate, Musli Mohamad saat membuka Sosialisasi.

Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan ini melalui kegiatan penyampaian informasi dan edukasi kepada para pelaku usaha tentang pentingnya menggunakan kantong belanja plastik yang ramah lingkungan.

“Sehingga secara bertahap bisa mengurangi pemanfaatan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan dan cenderung merusak keberlanjutan lingkungan,”ungkapnya.

Sekretaris PUPR Ternate itu menambahkan, kegiatan ini juga akan dilakukan di sekolah, pasar tradisional dan fasilitas atau ruang publik lainnya.

ads

Ia juga mengajak para pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti tas kain, tumbler, dan wadah makanan yang bisa dipakai ulang.

“Kesadaran masyarakat masih menjadi kunci utama dalam mengurangi sampah plastik. Oleh karena itu, kami terus memperkuat edukasi agar perubahan perilaku bisa terjadi secara menyeluruh,”harapnya.

Selain sosialisasi yang dilaksanakan , DLH Kota Ternate juga membagikan tas belanja guna ulang secara gratis pada saat momentum Car Free Day (CFD) di setiap Hari Minggu, di lokasi depan Taman Nukila.

“Kedepannya kami akan memberikan reward bagi para pelaku usaha /pemilik toko dan stakeholder lainnya yang telah menerapkan sistem bebas sampah plastik,”terangnya.

Dengan semakin meluasnya gerakan sosialisasi ini, kami berharap para pelaku usaha dan masyarakat tidak hanya mengetahui bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari penggunaan bahan plastik terhadap lingkungan.

“Akan tetapi juga tergerak untuk mengubah kebiasaan konsumsi dan pengelolaan sampah mereka. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama,”tambahnya. (Uku)

Editor : TM

ads
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *